Durasi 60 Menit
Materi ini merupakan materi yang diajarkan pada saat rangkaian acara 1st Anniversary SOWA 16 November 2018 yang lalu, namun karena satu dan lain hal baru sempat dipublikasikan sekarang.
Struktur beton merupakan struktur
yang paling sering digunakan namun banyak arsitek yang belum mengetahui
bagaimana menentukan besaran struktur yang digunakan. SOWA merangkum secara
sederhana rumus yang perlu diingat dalam menentukan dimensi struktur beton.
Rumus-rumus tersebut antara lain:
1.
KOLOM
Cara menghitung lebar kolom adalah lebar balok + 10
cm.
Sebagai contoh, apabila lebar balok yang ditopang
adalah 25 cm, maka kolom harus memiliki lebar 25+10 cm= 35 cm.
Sebagai catatan tambahan, kolom dengan luas penampang
sama memiliki kekuatan yang sama pula. Sebagai contoh, kolom kotak ukuran 30x30
cm, memiliki kekuatan yang sama dengan kolom persegi panjang berukuran 15x60 cm. Tidak masalah apabila bentuk kolom menjadi
lingkaran, segilima, segitiga, asalkan memiliki luas penampang yang sama,
kekuatan topangnya akan tetap sama.
2.
BALOK
Cara menghitung tebal/tinggi balok adalah 1/12
bentang. Sedangkan lebar balok adalah ½ dari tebal balok.
Sebagai contoh, bentangan selebar 6 m membutuhkan
balok dengan tebal 600/12 = 50 cm, sedangkan lebar balok adalah ½ dari 50 cm=
25 cm. Dapat disimpulkan ukuran balok untuk bentang 6 m adalah 25/50 cm.
3.
SLOOF
Cara menghitung tebal Sloof adalah luas penampang
balok yang sejajar dengan sloof, dibagi dengan lebar kolom. Sedangkan lebar
sloof adalah sama dengan lebar kolom.
Sebagai contoh, apabila ukuran balok 40/80 dan lebar
kolom 50 cm, maka tebal sloof adalah: 40x80/50= 3200/50= 64 cm, dibulatkan ke
atas dalam kelipatan 5 cm menjadi 65 cm. Ukuran Sloof yang digunakan adalah 50/65
cm
4.
DAK BETON
Aslinya dalam Bahasa Inggris Deck, tapi entah kenapa
terserap jadi Dak, kadang juga ditulis Dag, asal bukan dag dig dug (hehehe).
Rumus tebal dak yang dibutuhkan adalah 1/40 bentang.
Sebagai contoh, apabila bentang ruang adalah 4 m, maka
tebal dak yang dibutuhkan adalah 400/40= 10 cm.
5.
OVERSTAGE (KANTILEVER)
Overstage (Kantilever), kadang karena belibetnya lidah
disebut overstek juga (hehehe), adalah struktur yang menggantung/ melayang tanpa
kolom penyangga di bawahnya. Rumus overstage maksimum adalah bentang bangunan yang
menempel ke tanah/4.
Sebagai contoh, untuk bangunan dengan bentang 10 m,
overstage maksimal 2.5 m.
Disusun oleh: Dieni N. Ulya & Annisa Wulandari
kritik & saran bisa disampaikan melalui email ke sowapku@gmail.com
Apabila ingin mengutip tulisan ini, mohon cantumkan format kutipan berikut:
kritik & saran bisa disampaikan melalui email ke sowapku@gmail.com
Apabila ingin mengutip tulisan ini, mohon cantumkan format kutipan berikut:
SOWA
(School of Woman Architects), 2019. MENENTUKAN UKURAN KOLOM, BALOK, SLOOF , DAK BETON DAN OVERSTAGE (KANTILEVER), SOWA (School of Woman Architects), Pekanbaru, Indonesia.

Komentar
Posting Komentar