26-29
Juli 2018 lalu, SOWA mengunjungi GKMA (Gelar Karya Mahasiswa Arsitektur) 2018
bertajuk “Arsitektur Jaman Now” yang berlokasi di Mal Ciputra Seraya,
Pekanbaru. Acara ini diprakarsai oleh Universitas Lancang Kuning (UNILAK).
Beberapa kegiatan seru yang digelar berupa gelar karya/ pameran, talkshow, live music, dan klinik arsitektur.
Semuanya Gratis. Selain itu, ada beberapa lomba yang diadakan selama acara
berlangsung, yaitu lomba sketsa arsitektur, speed modeling 3d, doodle art,
mewarnai, gadgetgrapher, dan kabaret.
Menurut
SOWA, acara paling menarik adalah talkshow yang tentu saja diisi oleh
narasumber yang sudah tidak diragukan lagi wawasannya di bidang arsitektur.
Narasumber talkshow yaitu CASA.ID, Angkasa Architects, Tata Living, dan IAI
Riau. Pastinya sayang sekali untuk SOWA dilewatkan.
Di
hari terakhir acara, SOWA mendapat kesempatan untuk mewawancarai Ketua Panitia dari
Acara GKMA 2018 yaitu Viyna Permata Pujana. Menurut Kak Viyna, GKMA ini
merupakan wadah untuk menggelar dan memamerkan karya bagi para mahasiswa. Acara
ini sudah berjalan selama 13 tahun. Berdirinya pada tahun 2005 dan ini adalah
GKMA ke 13. Wow banget atau wow amat nggak, tuh? Hal ini membuktikan bahwa GKMA
cukup konsisten diselenggarakan.
Ketika
SOWA bertanya tentang sasaran dari GKMA,
Kak Viyna menjelaskan bahwa sasaran utama dari acara ini adalah mempromosikan
UNILAK dan sarana menunjukkan karya-karya mahasiswa UNILAK.
Konsep
acara GKMA tahun ini menurut Kak Viyna cukup unik, yaitu “Arsitektur Zaman Now”.
“...
terdiri dari empat arsitektur, diantaranya Arsitektur Folding, Arsitektur Post-Modern,
Arsitektur Kontemporer dan Arsitektur Transparan. Keempat arsitektur itu digabung
menjadi Arsitektur Zaman Now.”, Jelas Kak Viyna ketika SOWA bertanya tentang maksud
dari konsep acara tahun ini, yaitu “Arsitektur Zaman Now”.
Kak
Viyna juga menuturkan bahwa tentu saja ada beberapa kendala dalam
penyelenggaraan GKMA 2018. Kendala utama ada pada anggota panitia yang terlalu
banyak sehingga ada banyak perbedaan pemikiran, keinginan, dan ego dari masing-masing
anggota panitia.
“Jadi,
Kira harus memahami mana tim yang bekerja dan mana yang tim hore. Setiap acara pasti
ada tim horenya, hahaha. Jadi kita maksimalkan saja pada tim yang mau bekerja,
itu saja”, Jelas Kak Viyna sambil tertawa.
Kak
Viyna juga berpesan agar untuk kepanitiaan GKMA mendatang, sebaiknya lebih banyak bertanya kepada senior, karena acara ini tidak segampang yang dipikirkan.
“
Banyak yang harus kita pahami, dari sistem
administrasinya, cara mendapatkan sponsor, dan asistensi dengan pihak yang
terkait, itu membutuhkan waktu yang lama” Kak Viyna menambahkan sebelum menutup
bincang-bincang dengan SOWA.
Overall,
SOWA cukup menikmati acara GKMA 2018. Kurang lebihnya, SOWA acungi jempol atas
usaha panitia. Sampai jumpa di GKMA tahun depan :)
Reported
by : Azilla Zean & Rara Rahmafira
*Artikel ini seharusnya tayang di bulan Juli, namun karena berbagai kendala pengeditan, baru dipublish sekarang. Harap Maklum :)
*Artikel ini seharusnya tayang di bulan Juli, namun karena berbagai kendala pengeditan, baru dipublish sekarang. Harap Maklum :)







Komentar
Posting Komentar