Langsung ke konten utama

[SEPTEMBER 2018] SOWA TOUR 5 - PETUALANGAN MENCARI DRAINASE KOTA PEKANBARU

Halo! Akhirnya setelah beberapa bulan mengendap, akhirnya rubrik SOWA TOUR kembali lagi. Harusnya tulisan ini tayang di bulan September, namun karena satu dan lain hal baru bisa tayang bulan Desember. What? Kemana aja lo min? *diamuk masa. Tanpa banyak basa-basi lebih lanjut, langsung saja kita mulai TOUR nya. Kemana? Ehm, cari drainase Kota Pekanbaru ('.').

Ketemu min?

Yes, Ketemu di beberapa titik saja. Entah air dari mana, mau diarahkan ke mana sama tidak jelasnya. Pertanda pembangunan yang tidak merata. Atau malah bukan prioritas pembangunan? Padahal baru dalam lingkup kota. Apa kabar kalau hujan? Jangan ditanya. Banjir dimana-mana, sob. Kalau hujan, disarankan untuk tidak keluar rumah. Kalau sudah di luar bolehlah pasrah, hehe.


Dari pengamatan SOWA, banjir di Kota Pekanbaru itu bertipe banjir 'Cileuncang', diambil dari bahasa sunda yang artinya banjir akibat luapan air karena kegagalan fungsi drainase menampung kapasitas air, entah karena tersumbat atau memang tidak mencukupi, terutama saat hujan tiba . Dipikir-pikir hebat juga orang sunda. Tidak perlu ngomong menjelaskan panjang lebar, cukup bilang 'Cileuncang', hehe.

Sejauh yang SOWA amati, ada 3 jenis drainase di Kota Pekanbaru yang menjadi biang kerok Cileuncang saat musim hujan tiba:

1. Drainase dengan kapasitas yang seharusnya cukup, namun tidak terawat.
Drainase tipe ini memiliki dimensi yang seharusnya cukup untuk menampung air, namun air yang ada di dalamnya lambat atau tidak mengalir karena endapan/ sedimentasi, dipakai buang sampah (ini mungkin dilakukan oleh orang-orang yang tidak tahu sampah harus dibuang ke mana), atau ujungnya buntu alias tidak tersambung. Entah karena belum selesai dibangun atau bagaimana masih merupakan misteri abad ini. Saran SOWA drainase seperti ini harus rutin dirawat dan segera dilanjutkan pembangunannya agar air bisa mengalir dengan lancar.

2. Drainase dengan kapasitas yang jelas tidak cukup dan tidak terawat
Keberadaan drainase ini cukup dominan. Sudah kecil, banyak sampah pula di dalamnya. Solusinya, ya, harus dijaga kebersihannya. Kurangi kebodohan buang sampah sembarangan,. Lenyap dari matamu, tapi nangkring di selokan. Kan, nggak lucu. Selain itu, sepertinya perlu dilakukan pelebaran drainase secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat. Jangan dibayangkan susahnya, bayangkan indahnya jika jalanan tidak banjir dan air selokan bening :)

3. Tidak ada drainase (*elah)
Cuss bikin kalau nggak mau banjir.

Sekian SOWA TOUR edisi kali ini, semoga bermanfaat. Sampai bertemu lagi di SOWA TOUR edisi Oktober 2018 :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[MAY 2018] SOWA TOUR 1- Kyuu Architecture, Pekanbaru

Sabtu,12 Mei 2018, SOWA mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke salah satu konsultan arsitektur yang cukup terkenal di Kota Pekanbaru yaitu Kyuu Architecture. Kyuu Architecture berlokasi di Jl. Irkab no. 27 Pekanbaru. Ketika tiba di tempat tujuan, SOWA langsung diajak berkeliling dan diijinkan mengambil gambar.    Gambar 1. Pintu masuk area workshop Kyuu Architecture Dari luar, kantor Kyuu Architecture tampak seperti rumah tinggal pada umumya. Suasana ruangan baik ruang tamu maupun ruang kerja sangat homey bagaikan di rumah sendiri. Keberadaan tanaman hias di dalam ruangan ditambah suara kokok ayam yang terdengar bersahut-sahutan dari luar membuat SOWA merasa sedang berlibur di villa di pegunungan. Sejenak SOWA lupa sedang ada di Pekanbaru, apalagi dibuai dinginnya AC dan disuguhi minuman dingin yang langsung dipilih sendiri dari dalam kulkas. Yes, must have item di Pekanbaru, AC dan Kulkas.   Gambar 2. Kulkas dan dispenser penyejuk hati Setelah...

[BAHASA] MENENTUKAN UKURAN KOLOM, BALOK, SLOOF , DAK BETON DAN OVERSTAGE (KANTILEVER)

  Durasi 60 Menit Materi ini merupakan materi yang diajarkan pada saat rangkaian acara 1st Anniversary SOWA 16 November 2018 yang lalu, namun karena satu dan lain hal baru sempat dipublikasikan sekarang.  Struktur beton merupakan struktur yang paling sering digunakan namun banyak arsitek yang belum mengetahui bagaimana menentukan besaran struktur yang digunakan. SOWA merangkum secara sederhana rumus yang perlu diingat dalam menentukan dimensi struktur beton. Rumus-rumus tersebut antara lain: 1.        KOLOM Cara menghitung lebar kolom adalah lebar balok + 10 cm. Sebagai contoh, apabila lebar balok yang ditopang adalah 25 cm, maka kolom harus memiliki lebar 25+10 cm= 35 cm. Sebagai catatan tambahan, kolom dengan luas penampang sama memiliki kekuatan yang sama pula. Sebagai contoh, kolom kotak ukuran 30x30 cm, memiliki kekuatan yang sama dengan kolom persegi panjang berukuran 15x60 cm. Tidak masalah apabila bentuk kolom me...

[Monthly Exhibition] Agustus 2018- Ruang dalam Cat Air

Pada 24-30 Agustus 2018 yang lalu, SOWA bekerja sama dengan @kopikirapa dan @pekanbarucreative hub menyelenggarakan Pameran Bulanan Arsitek Wanita Agustus 2018 bertajuk "Ruang dalam Cat Air". Lokasi pameran seperti biasa dilaksanakan di Kedai Kopikirapa yang terletak di simpang Murai-Kuau Sukajadi, Pekanbaru. Pameran kali ini sedikit berbeda dengan pameran-pameran yang sudah diadakan sebelumnya. Selain merupakan pameran tunggal oleh arsitek sekaligus pelukis cat air berbakat asal Kota Surabaya yaitu Pingki Ayako, pada pameran kali ini juga dilaksanakan lelang karya dimana 50% hasil penjualan karya didonasikan untuk korban gempa bumi di Lombok. Berikut adalah karya-karya yang dipamerkan dalam lukisan tersebut: 1. Jl. Tunjungan, Surabaya     2. Cambium Cafe, Surabaya 3. Kalimas, Surabaya  4. Vila di Tretes, Pasuruan (kiri) dan 5. Gang Sebelah Rumah, Surabaya (Kanan) 6. Studio Arjuna, Surakarta (atas) dan 7. Pintu Air Jagir, Surabaya (bawah...