Pada
bulan November 2018 lalu, SOWA yang diwakili oleh Mifta (PR SOWA) bersama rekan-rekannya mengunjungi
Desa Lalang setelah berdebat cukup lama antara jadi atau tidaknya dan kapan, hihihi. SOWA Tour kali ini merupakan hasil dari survei kelompok untuk memenuhi tugas kuliah. Survei yang dimaksud adalah eksplorasi salah satu rumah Melayu di Desa Lalang yang
berlokasi di Kec. Sungai Apit, Siak Sri Indrapura. Rumah Melayu yang terdapat
di desa tersebut bisa dibilang masih banyak dan terawat dengan baik. Bahkan,
beberapa kilometer setelah memasuki desa sudah terlihat rumah
Melayu yang masih dihuni.
Rumah
yang dipilih untuk survey berada di belakang sebuah masjid. Tim harus melewati
perkarangan masjid untuk mencapai rumah itu. Begitu keluar dari area masjid, tim tiba di perkarangan depan rumah yang agak luas. Di samping kiri,
kanan, dan belakang rumah dipenuhi pohon, sementara di depan rumah hanya
ditanam beberapa tanaman saja. Begitu melihat ke bagian kanan halaman rumah,
kita akan melihat ternyata antara rumah yang disurvei dan rumah di sampingnya tidak
dibatasi apapun selain pohon, sehingga orang-orang bisa dengan mudah masuk ke
masing-masing perkarangan rumah.
Tim mendatangi pemilik rumah untuk meminta izin wawancara dan
melihat-lihat rumahnya. Beliau mempersilahkan tim masuk dan melakukan wawancara.
Namun sayangnya, tim tidak bisa bertanya banyak soal sejarah dari rumah ini.
Informasi yang tim dapatkan adalah rumah ini milik seorang imam bernama
Zainuddin. Menurut keterangan pemilik rumah, imam yang dipanggil dengan Imam
Udin ini dulunya merupakan sesorang yang disegani. Ia memiliki tempat tinggal
lain selain di Desa Lalang ini. Menurut pemilik rumah, tempat tinggal itu
berada di Pekanbaru dan sekarang sudah dijadikan cagar budaya. Sementara untuk
usia rumah ini, tim tidak tahu persis berapa usianya, akan tetapi seorang nenek yang
merupakan tetangga dari pemilik rumah mengatakan bahwa rumah ini sudah ada
sejak seumur hidupnya, yang hampir 100 tahun. Maka tim menduga bahwa rumah ini
sudah berumur lebih dari 100 tahun, mengingat bahwa yang menempati rumah ini
sekarang adalah generasi kelima.
Karena tidak bisa mendapatkan informasi banyak
soal sejarah, sebaiknya tim berkeliling rumahnya saja, hihihi. Sebagaimana rumah Melayu
pada umumnya, rumah ini dibuat panggung dan terdiri dari satu lantai. Atapnya
seng, dan menurut pemilik, sebelumnya atapnya juga seng. Rumah ini terbuat dari
kayu, akan tetapi begitu melihat ke bagian belakang rumah, ternyata ada bagian ruang
yang sudah tidak asli lagi karena sudah direnovasi (di situ, terkadang, kami
merasa sedih).
Survei dimulai dengan mengamati bagian ruang pada rumah. Seperti
rumah melayu pada umumnya, rumah ini memiliki telo/dapur, ruang induk, ruang tidur, serambi depan, selasar
samping, dan selasar depan, serta ditambah satu ruang baru di belakang untuk
dijadikan dapur. Sementara itu, telo
yang lama sudah tidak digunakan. Ada dua ruang kamar di telo lama tersebut, dan masih digunakan. Di ruang induk juga
terdapat dua kamar, salah satunya adalah kamar utama.
Sekarang, mari beralih ke detail. Begitu tim mendekat, tim
terkejut karena melihat begitu banyak detail/ornamen yang ada di rumah ini.
Langsung saja terpikir bahwa pemiliknya pasti orang kaya. Tim
tidak menyangka bahwa detai rumahnya akan sebanyak dan sevariatif ini. Setiap
ornamen yang dipasang memiliki variasinya masing-masing. Misalnya, Lebah
Bergantung yang digunakan setidaknya ada tiga variasi dan bukan hanya dipasang
di luar, tapi juga di plafon ruang induk. Selain itu juga ada: ventilasi tiga
variasi, dan pagar 5 variasi.
Survei
berlangsung sampai dzuhur. Sebelum berpamitan dengan pemilik rumah, tim duduk
sebentar, bercerita-cerita, sambil menyajikan makanan dan minuman yang dibawa sebagai buah tangan. Sejujurnya, tim masih penasaran sejarah dari rumah ini dan kenapa bisa sampai seperti
ini. Apa daya waktu berbicara lain. Semoga rumah ini dan rumah-rumah tradisional
Melayu lainnya akan terus dijaga tidak peduli peradaban
berkembang sejauh mana. Sampai jumpa di SOWA-TOUR selanjutnya :)
* Tulisan ini disusun oleh Miftahul Karima berdasarkan hasil survei tugas kelompok


Komentar
Posting Komentar