Jum'at, 29 Maret 2019 yang lalu, SOWA
berkesempatan mengikuti acara IDEA TALK 2.0 yang diselenggarakan oleh NBA
(Nongkrong Bareng Arsitek) di Hotel Citismart Pekanbaru dengan pembicara Bpk. Andy Rahman (Andyrahman Architect) dan Bpk. Raditya Mohamad (akarpucukstudio). SOWA hadir tepat waktu pukul 17.30 WIB, namun setibanya di lokasi, SOWA mendapat info dari panitia bahwa acara diundur menjadi pukul 19.00 dikarenakan presenter pertama dari LEMKRA yang merupakan salah satu sponsor acara membatalkan presentasi. Sambil menunggu acara dimulai, SOWA pun bergentayangan dahulu di sekitar lokasi, hihihi.
Tepat pukul 19.00 WIB, sesi pertama yang ditunggu-tunggu akhirnya dimulai. Sesi pertama merupakan presentasi dari Indogress selaku salah satu sponsor acara. Materi yang disajikan berupa pengenalan produk -produk Indogress sekaligus sesi tanya jawab yang menambah antusiasme peserta dimana tersedia bingkisan menarik bagi yang bertanya. Acara berlangsung seru dan ditutup dengan foto bersama antara presenter dan penerima bingkisan dan SOWA termasuk salah satunya, hihihi.
Setelah coffee break singkat, sesi selanjutnya adalah presentasi dari Bpk. Andy Rahman dengan tema "Ketukangan Bata dan Kesadaran Nusantara". Beliau mengkisahkan tentang eksplorasi terhadap arsitektur nusantara yang mengantarkan beliau pada bata. Terselip juga kisah menarik beliau menelusuri produsen bata merah merk "MRH" dan hubungan beliau sebagai arsitek dengan tukang. Beliau juga memaparkan bagaimana proses desain menggunakan material bata sehingga membentuk pola-pola unik yang juga dapat dilihat di buku beliau "NATABATA". Antusiasme peserta dapat dilihat melalui sesi tanya jawab yang ramai dan tentunya antrian minta foto dan tanda tangan dari peserta yang hadir kepada Bpk. Andy Rahman, hihihi.
Sesi terakhir diisi oleh Bpk. Raditya Mohamad yang akrab disapa Mas Yaya dari Akarpucukstudio. Mas Yaya merupakan arsitek yang berkelana hingga Bali dan Flores sebelum akhirnya memutuskan kembali ke tanah kelahirannya yaitu Pekanbaru. Pendekatan ke alam dan proses riset menjadi dasar bagi Mas Yaya dalam menciptakan sebuah desain, seperti pada proyek kolaborasi dengan Komunitas Rimbang Baling yang saat ini sedang berjalan, yaitu membangun laboratorium kopi dengan memanfaatkan tenaga dan material setempat. Banyak ilmu yang dapat diambil dari proses pembangunan tersebut, seperti penyesuaian design dan teknis terhadap kondisi tenaga dan material yang tersedia yang nantinya dijadikan hasil riset untuk proyek sejenis di masa yang akan datang. Acara pun diakhiri dengan sesi tanya jawab dan foto bersama sebelum kemudian ditutup oleh panitia.
Walau terlambat dari yang seharusnya dijadwalkan, acara ini sarat dengan ilmu. Saran dari SOWA, alangkah baiknya ada inisiatif baik dari peserta maupun panitia untuk memutus rantai keterlambatan acara dengan datang tepat waktu (bagi peserta) dan mulai tepat waktu (bagi penyelenggara). Sampai bertemu lagi di acara selanjutnya :D
Disusun oleh : Novi Seprima dan Dieni N. Ulya
Tepat pukul 19.00 WIB, sesi pertama yang ditunggu-tunggu akhirnya dimulai. Sesi pertama merupakan presentasi dari Indogress selaku salah satu sponsor acara. Materi yang disajikan berupa pengenalan produk -produk Indogress sekaligus sesi tanya jawab yang menambah antusiasme peserta dimana tersedia bingkisan menarik bagi yang bertanya. Acara berlangsung seru dan ditutup dengan foto bersama antara presenter dan penerima bingkisan dan SOWA termasuk salah satunya, hihihi.
Setelah coffee break singkat, sesi selanjutnya adalah presentasi dari Bpk. Andy Rahman dengan tema "Ketukangan Bata dan Kesadaran Nusantara". Beliau mengkisahkan tentang eksplorasi terhadap arsitektur nusantara yang mengantarkan beliau pada bata. Terselip juga kisah menarik beliau menelusuri produsen bata merah merk "MRH" dan hubungan beliau sebagai arsitek dengan tukang. Beliau juga memaparkan bagaimana proses desain menggunakan material bata sehingga membentuk pola-pola unik yang juga dapat dilihat di buku beliau "NATABATA". Antusiasme peserta dapat dilihat melalui sesi tanya jawab yang ramai dan tentunya antrian minta foto dan tanda tangan dari peserta yang hadir kepada Bpk. Andy Rahman, hihihi.
Sesi terakhir diisi oleh Bpk. Raditya Mohamad yang akrab disapa Mas Yaya dari Akarpucukstudio. Mas Yaya merupakan arsitek yang berkelana hingga Bali dan Flores sebelum akhirnya memutuskan kembali ke tanah kelahirannya yaitu Pekanbaru. Pendekatan ke alam dan proses riset menjadi dasar bagi Mas Yaya dalam menciptakan sebuah desain, seperti pada proyek kolaborasi dengan Komunitas Rimbang Baling yang saat ini sedang berjalan, yaitu membangun laboratorium kopi dengan memanfaatkan tenaga dan material setempat. Banyak ilmu yang dapat diambil dari proses pembangunan tersebut, seperti penyesuaian design dan teknis terhadap kondisi tenaga dan material yang tersedia yang nantinya dijadikan hasil riset untuk proyek sejenis di masa yang akan datang. Acara pun diakhiri dengan sesi tanya jawab dan foto bersama sebelum kemudian ditutup oleh panitia.
Walau terlambat dari yang seharusnya dijadwalkan, acara ini sarat dengan ilmu. Saran dari SOWA, alangkah baiknya ada inisiatif baik dari peserta maupun panitia untuk memutus rantai keterlambatan acara dengan datang tepat waktu (bagi peserta) dan mulai tepat waktu (bagi penyelenggara). Sampai bertemu lagi di acara selanjutnya :D
Disusun oleh : Novi Seprima dan Dieni N. Ulya



Komentar
Posting Komentar