Langsung ke konten utama

[BAHASA] PERAN ARSITEK DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN


Konsep Desain Arsitektur
S.O.W.A. (School of Woman Architects)



Hari 3 (Durasi 90 Menit)
PERAN ARSITEK DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Materi ini merupakan materi tambahan yang statusnya darurat mengingat arah pembangunan global saat ini setidaknya sampai dengan tahun 2030 adalah pembangunan berkelanjutan yang meliputi 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yang kemudian oleh Kementrian PPN diterjemahkan menjadi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Materi ini dimasukkan ke dalam kelas konsep mengingat arsitek akan terus bersinggungan dengan kegiatan pembangunan. Kegiatan pembangunan yang dilaksanakan diharapkan merupakan pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan TPB.
Pada prinsipnya, pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang mampu memenuhi kebutuhan di masa kini tanpa harus mengurangi kemampuan pemenuhan kebutuhan dari generasi di masa yang akan datang. Dikutip dari dokumen TPB Kementrian PPN, Tujuan pembangunan berkelanjutan terdiri dari 17 tujuan, yaitu:
1.      Tujuan 1. Tanpa kemiskinan – Mengentas segala bentuk kemiskinan di seluruh tempat.
2.      Tujuan 2. Tanpa kelaparan – Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan perbaikan nutrisi, serta menggalakkan pertanian yang berkelanjutan.
3.      Tujuan 3. Kehidupan sehat dan sejahtera – menggalakkan hidup sehat dan mendukung kesejahteraan untuk semua usia.
4.      Tujuan 4. Pendidikan berkualitas – Memastikan pendidikan berkualitas yang layak dan inklusif serta mendorong kesempatan belajar seumur hidup bagi semua orang.
5.      Tujuan 5. Kesetaraan gender – Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan perempuan.
6.      Tujuan 6. Air bersih dan sanitasi layak – Menjamin akses atas air dan sanitasi untuk semua.
7.      Tujuan 7. Energi bersih dan terjangkau – Memastikan akses pada energy yang terjangkau, bisa diandalkan, berkelanjutan dan modern untuk semua
8.      Tujuan 8. Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi – Memproosikan pertumbuhan ekonom berkelanjutan dan inklusif, lapangan pekerjaan yang layak untuk semua.
9.      Tujuan 9. Industri, inovasi dan infrastruktur – Membangun infrastruktur kuat, mempromosikan industrialisasi berkelanjutan, dan mendorong inovasi.
10.  Tujuan 10. Berkurangnya kesenjangan – Mengurangi kesenjangan di dalam dan di antara negara-negara.
11.  Tujuan 11. Kota dan Pemukiman berkelanjutan – Membuat perkotaan menjadi inklusif, aman, kuat, dan berkelanjutan.
12.  Tujuan 12. Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab – Memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan.
13.  Tujuan 13. Penanganan perubahan iklim – Mengambil langkah penting untuk melawan perubahan iklim dan dampaknya.
14.  Tujuan 14. Ekosistem laut – Perlindungan dan penggunaan samudera, laut dan sumber daya kelautan secara berkelanjutan.
15.  Tujuan 15. Ekosistem darat – Mengelola hutan secara berkelanjutan, melawan perubahan lahan menjadi gurun, menghentikan dan merehabilitasi kerusakan lahan, menghentikan kepunahan keanekaragaman hayati.
16.  Tujuan 16. Perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh – Mendorong masyarakat adil, damai, dan inklusif.
17.  Tujuan 17.Kemitraan untuk mencapai tujuan – Menghidupkan kembali kemitraan global demi pembangunan berkelanjutan.
Tujuan di atas dapat dilihat rinciannya secara detail di website Kementrian PPN maupun BPS.
Arsitek akan banyak berperan terutama pada tujuan 11, yaitu  “Kota dan Pemukiman berkelanjutan – Membuat perkotaan menjadi inklusif, aman, kuat, dan berkelanjutan”. Inklusif berarti menyeluruh atau untuk semua pihak yang merupakan kebalikan dari eksklusif dimana pembangunan hanya dapat dinikmati oleh sebagian pihak saja. Akan sulit mengubah arah pembangunan apabila arsitek tidak memahami atau malah tidak menyadari keberadaan tujuan ini.
Arsitek harus peka terhadap isu ini. Pada saat mendesain, sekecil apapun ruang lingkup desain (contoh: bangku taman), arsitek harus memiliki pertimbangan adar semua pihak dapat menerima manfaat. Pihak yang sering dilupakan dalam kasus ini antara lain; penyandang cacat, lansia, anak-anak, ibu hamil, WNA (warga negara asing), dst.
Sebaik-baiknya pekerjaan, termasuk arsitek sebaiknya memenuhi kriteria Decent Green Job (pekerjaan hijau yang bermartabat). Pekerjaan hijau adalah pekerjaan yang mampu memenuhi kebutuhan ekonomi, namun tidak menimbulkan kerusakan lingkungan. Apabila tidak mempertimbangkan secara hati-hati, arsitek sangat rentan untuk merusak lingkungan. Selanjutnya pekerjaan tersebut juga harus bermartabat dalam artian memiliki moral/ harga diri/ kemanusiaan. Arsitek merupakan pekerjaan yang rawan suap dan korupsi. Praktek-praktek di atas harus dihindari untuk menjadikan arsitek sebagai Decent Green Job.
Materi ini merupakan materi terakhir. Kritik dan saran silakan email ke sowapku@gmail.com. Terima kasih sudah menyimak :)
Apabila ingin mengutip tulisan ini, mohon cantumkan format kutipan berikut:
SOWA (School of Woman Architects), 2019. PERAN ARSITEK DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN, SOWA (School of Woman Architects), Pekanbaru, Indonesia.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

[MAY 2018] SOWA TOUR 1- Kyuu Architecture, Pekanbaru

Sabtu,12 Mei 2018, SOWA mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke salah satu konsultan arsitektur yang cukup terkenal di Kota Pekanbaru yaitu Kyuu Architecture. Kyuu Architecture berlokasi di Jl. Irkab no. 27 Pekanbaru. Ketika tiba di tempat tujuan, SOWA langsung diajak berkeliling dan diijinkan mengambil gambar.    Gambar 1. Pintu masuk area workshop Kyuu Architecture Dari luar, kantor Kyuu Architecture tampak seperti rumah tinggal pada umumya. Suasana ruangan baik ruang tamu maupun ruang kerja sangat homey bagaikan di rumah sendiri. Keberadaan tanaman hias di dalam ruangan ditambah suara kokok ayam yang terdengar bersahut-sahutan dari luar membuat SOWA merasa sedang berlibur di villa di pegunungan. Sejenak SOWA lupa sedang ada di Pekanbaru, apalagi dibuai dinginnya AC dan disuguhi minuman dingin yang langsung dipilih sendiri dari dalam kulkas. Yes, must have item di Pekanbaru, AC dan Kulkas.   Gambar 2. Kulkas dan dispenser penyejuk hati Setelah...

[BAHASA] MENENTUKAN UKURAN KOLOM, BALOK, SLOOF , DAK BETON DAN OVERSTAGE (KANTILEVER)

  Durasi 60 Menit Materi ini merupakan materi yang diajarkan pada saat rangkaian acara 1st Anniversary SOWA 16 November 2018 yang lalu, namun karena satu dan lain hal baru sempat dipublikasikan sekarang.  Struktur beton merupakan struktur yang paling sering digunakan namun banyak arsitek yang belum mengetahui bagaimana menentukan besaran struktur yang digunakan. SOWA merangkum secara sederhana rumus yang perlu diingat dalam menentukan dimensi struktur beton. Rumus-rumus tersebut antara lain: 1.        KOLOM Cara menghitung lebar kolom adalah lebar balok + 10 cm. Sebagai contoh, apabila lebar balok yang ditopang adalah 25 cm, maka kolom harus memiliki lebar 25+10 cm= 35 cm. Sebagai catatan tambahan, kolom dengan luas penampang sama memiliki kekuatan yang sama pula. Sebagai contoh, kolom kotak ukuran 30x30 cm, memiliki kekuatan yang sama dengan kolom persegi panjang berukuran 15x60 cm. Tidak masalah apabila bentuk kolom me...

[Monthly Exhibition] Agustus 2018- Ruang dalam Cat Air

Pada 24-30 Agustus 2018 yang lalu, SOWA bekerja sama dengan @kopikirapa dan @pekanbarucreative hub menyelenggarakan Pameran Bulanan Arsitek Wanita Agustus 2018 bertajuk "Ruang dalam Cat Air". Lokasi pameran seperti biasa dilaksanakan di Kedai Kopikirapa yang terletak di simpang Murai-Kuau Sukajadi, Pekanbaru. Pameran kali ini sedikit berbeda dengan pameran-pameran yang sudah diadakan sebelumnya. Selain merupakan pameran tunggal oleh arsitek sekaligus pelukis cat air berbakat asal Kota Surabaya yaitu Pingki Ayako, pada pameran kali ini juga dilaksanakan lelang karya dimana 50% hasil penjualan karya didonasikan untuk korban gempa bumi di Lombok. Berikut adalah karya-karya yang dipamerkan dalam lukisan tersebut: 1. Jl. Tunjungan, Surabaya     2. Cambium Cafe, Surabaya 3. Kalimas, Surabaya  4. Vila di Tretes, Pasuruan (kiri) dan 5. Gang Sebelah Rumah, Surabaya (Kanan) 6. Studio Arjuna, Surakarta (atas) dan 7. Pintu Air Jagir, Surabaya (bawah...