Sebulan ini Pekanbaru dikepung asap dari berbagai penjuru.
Ditunjang dengan kondisi cuaca dimana hujan jarang datang, Pekanbaru kembali menjadi
Kota Salai mode on, hehe. Warganya menjadi Salai manusia, bukan ikan salai yang
sudah tidak diragukan lagi sedap betul rasanya dan bisa bikin gagal diet karena
nambah berpiring-piring.
Asap yang datang lagi-lagi karena kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA)
yang disengaja oleh manusia. Bertahun-tahun terjadi, berulang kembali, namun
oknum pambakar lahan tak pernah belajar. Mungkin mereka tidak pernah sekolah,
mungkin juga sekolah tapi karena faktor lingkungan jadi tidak bermoral. Mengapa tidak bermoral? Karena yang terkena dampaknya berjuta-juta manusia.
17 Agustus 2019, 74 tahun sudah Indonesia merdeka. Momen upacara di Kota Pekanbaru harus dilakukan dalam kondisi udara yang buruk karena asap itu bukan asap biasa. Mata pedih, nafas sesak, tenggorokan seperti terbakar, dan warga yang kurang beruntung terkena ISPA. Jangan lupakan hak bayi-bayi yang membutuhkan sinar matahari pagi langsung tetapi tidak terakomodasi karena buruknya kondisi udara dan mana kelihatan woi matahari, ketutup asap getoh* peace
Saran SOWA untuk memperbaiki kondisi ini, pelaku harus ditindak sangat tegas. Political will para pemimpin harusnya menunjukkan itikad untuk mengakhiri KARHUTLA. KARHUTLA harus dicegah, bukan ditunggu terjadi. Sampai bertemu di SOWA Tour bulan depan! Semoga tidak dalam kondisi berasap lagi :)


Komentar
Posting Komentar